METODE DAKWAH MELALUI LEMBAGA PENDIDIKAN

dakwah.jpg

  1. Pengertian Lembaga Pendidikan

Lembaga dalam bahasa inggris disebut Intitute, yakni sarana ataupun organisasi untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Secara sederhana pendidikan sering diartikan sebagai salah satu usaha manusia dalam upaya untuk membina kepribadiannya sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat. Dan pendidikan itu sendiri dapat diartikan sebagai usaha yang dijalankan atau dilaksanakan oleh individu atau kelompok orang untuk menjadi dewasa dan mencapai taraf hidup yang lebih tinggi dan terarah.

Jadi, Lembaga Pendidikan adalah suatu tempat atau wadah dimana proses pendidikan berlangsung yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku seseorang kearah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar serta wawasan dan pengetahuan yang diperoleh. Lingkungan pendidikan antara lain pendidikan formal (sekolah), informal (keluarga), dan non formal (masyarakat).

  1. Macam-Macam Lembaga Pendidikan

 

  1. Pendidikan Formal (Sekolah)

Pendidikan yang dilaksanakan disekolah yang didapati secara  sistematis, teratur, bertingkat dan dengan mengikuti syarat-syarat  yang jelas. Jenis pendidikan formal terdiri atas pendidikan umum, kejuruan, vokasi, profesi, keagamaan, dan khusus.

  1. Lembaga Nonformal

Diselenggarakan untuk kepentingan warga masyarakat yang  memerlukan layanan pendidikan, pendidikan nonformal berfungsi  sebagai penambah lembaga pendidikan formal dalam rangka  pendidikan sepanjang hayat. Satuan pendidikannya terdiri atas  lembaga kursus kelompok belajar, lembaga pelatihan, pusat  kegiatan belajar, majelis taklim, serta satuan pendidikan yang  sejenis. Hasil dari pendidikan nonformal ini dapat dihargai setara             dengan hasil program pendidikan formal, tapi setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh  pemerintah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

  1. Pendidikan Informal

Kegiatan pendidikan keluarga, lingkungan merupakan lingkungan pendidikan pertama yang ditemui karena dalam keluarga inilah seorang anak pertama kali mendapatkan didikan dan bimbingan didalam keluarga. Pendidikan keluarga juga dikatakan sebagai lingkungan yang utama karena sebagian besar kehidupan anak berada dalam lingkungan keluarga.

 

 

C.TUJUAN DAKWAH MELALUI LEMBAGA PENDIDIKAN

  1. Membentuk manusia muslim yang disamping dapat melaksanakan ibadah mahdhah juga dapat melaksanakan ibadah muammalah dalam kedudukannya sebagai orang perorangan atau sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan tertentu.
  2. Membentuk warga negara yang bertanggung jawab kepada masyarakat dan bangsanya dalam rangka bertanggung jawab kepada Allah penciptanya.
  3. Mengembangkan tenaga ahli dalam bidang ilmu (agama dan ilmu islami lainnya).

 

D.KELEBIHAN METODE DAKWAH MELALUI LEMBAGA PENDIDIKAN

  1. Misi dakwah bukan saja melalui pendidikan agama, akan tetapi bidang-bidang yang lain seperti pendidikan sosial atau pendidikan moral.
  2. Sasaran dakwah (siswa) memliki kemampuan yang relative sama. Dengan kemampuan itu memudahkan dai untuk menentukan strategi dakwah.
  3. Penyelenggaraan pendidikan agama maupun kegiatan-kegiatan agama lainnya mendapatkan perlindungan dan dukungan pemerintah dan masyarakat.[1]

 

 

E.KEKURANGAN METODE DAKWAH MELALUI LEMBAGA PENDIDIKAN

  1. Siswa hanya mementingkan disiplin ilmunya (nilai/skor) untuk kenaikan atau kelulusan, tapi tidak taat kepada ajaran agama.
  2. Kurikulum pendidikan agama yang terlalu tinggi dan luas, mengakibatkan guru hanya mengindahkan habisnya bahan pelajarannya tanpa mengutamakan pendidikan agama dan dakwah islamiyah.
  3. Pendidikan formal hanya terbatas pada usia-usia tertentu.

 

 

  1. STRATEGI DAKWAH MELALUI LEMBAGA PENDIDIKAN

 

  1. Tilawah (Membacakan ayat-ayat Allah)

Tujuannya meyakinkan diri bahwa semua ciptaan Allah mempunyai keteraturan yang bersumber dari Rabbul Alamin.

  1. Tazkiyah (Penyucian Diri)

Tujuannya menolak dan menjauhi akhlak tercela, ikut berperan serta dalam memelihara kesucian lingkungan (amar ma`ruf nahi munkar)

  1. Ta`lim (Pengajaran Al-Kitab dan Al-Hikmah)

Memahami dan merenungkan Al-Qur`an setelah membacanya. Memahami serta merenungkan As-Sunnah sebagai keterangan atas  Al-Qur`an.

  1. Islah (Empati terhadap sesama)

Tujuannya mempunyai kepekaan terhadap penderitaan orang lain. Sanggup menganalisis kepincangan-kepincangan sosial disekitarnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s